#12ThnPembunuhanMunir

 

 

66-posteraksi-Munir-7-09-2004-2016

Klik pada gambar untuk mengunduh.


Mewarnai Munir: Melawan Lupa

Mari beraksi, unduh lembar mewarnai wajah Cak Munir, perbanyak dan bagikan ke adik-adik, sanak saudara, tetangga yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Ajak sebanyak-banyaknya, buat aktifitas ini dalam waktu khusus bekerjasama dengan sekolah-sekolah atau lingkungan terdekat. Hasilnya dapat dipajang di lingkungan sekitar dapat pula dimeriahkan dengan acara lainnya seperti baca puisi, bermain musik, bernyanyi dan lain-lain yang berkaitan dengan tema ini. Silahkan kunjungi situs Mewarnai Cak Munir untuk keterangan lebih lanjut dan beraksi.


Pak @Jokowi umumkan hasil penyelidikan Tim Pencari Fakta Kasus Munir

Suciwati Munir

Bekasi, Indonesia

26 APR 2016 — Sahabatku semua,

Dalam tiga bulan terakhir, saya bersama Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengajukan permohonan informasi ke Pemerintah Republik Indonesia.

Kami meminta Pemerintah mengumumkan secara resmi hasil penyelidikan Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir kepada masyarakat.

Permohonan ini sebenarnya sudah dalam kewajiban Pemerintah dan tercantum dalam Penetapan Kesembilan Keppres No. 111 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir.

Keppres itu menyatakan: “Pemerintah mengumumkan hasil penyelidikan Tim kepada masyarakat”

Kewajiban sederhana namun tertunda 12 tahun lamanya. Dan sepertinya Pemerintah masih ingin menundanya lebih lama lagi.

Melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg), Pemerintah menolak permohonan informasi kami. Dalam suratnya, mereka menyatakan:

Tidak memiliki dan menguasai informasi dimaksud;
Tidak mengetahui keberadaan informasi dan Badan Publik yang menguasai informasi dimaksud.

Kami tentu tidak puas dengan tanggapan itu. Kami tahu betul Tim Pencari Fakta sudah menyerahkan secara resmi hasil penyelidikannya kepada Presiden RI pada 11 Mei 2005. Karena itu kami mengajukan permohonan sengketa informasi kepada Komisi Informasi Pusat agar Pemerintah RI melaksanakan kewajibannya.

Kawan-kawan, keadilan memang tak dapat serta merta terwujud dan terungkap. Namun melalui petisi ini mari kita segarkan ingatan kembali. Kita ingatkan Presiden RI bahwa masyarakat masih menanti.

Presiden RI agar terketuk hatinya dan melaksanakan kewajibannya: mengumumkan hasil penyelidikan Tim Pencari Fakta Kasus Munir kepada masyarakat.

Salam,
Suciwati Munir


Pak Jokowi dan Pak JK; Tuntaskan Ujian Sejarah Bangsa

Bapak Presiden Joko Widodo,

Apa kabar? Sudah empat bulan Bapak jadi Presiden.  Saya ingin sampaikan pesan yang pernah saya sampaikan kepada Presiden terdahulu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Saya tahu Bapak sibuk. Apalagi tekad Bapak sejak semula adalah kerja, kerja, dan kerja. Bapak Presiden terdahulu saya dengar dari orang sekelilingnya juga bekerja. Siang malam. Sepuluh tahun. Tapi entah mengapa, kerjanya tak menghasilkan keadilan.

Kerja warga biasa seperti saya tentu beda dengan kerja warga yang dipercaya jadi Presiden. Saya tak punya kekuasaan politik. Saya bukan pemimpin dari lembaga-lembaga pemerintah seperti Kepolisian dan Kejaksaan yang berwenang menuntut pelaku kejahatan ke pengadilan.

Ya, menuntut dalang utama pembunuh suami saya ke pengadilan.

Bapak tentu tahu bahwa menegakkan keadilan tak akan berhasil tanpa kerja. Tetapi kerja dalam pengertian yang sepantasnya, bukan hanya menghasilkan kesibukan.

Saya sadar, dalang pembunuh Munir bukan orang biasa. Barangkali dia bisa mempengaruhi begitu banyak petinggi negara sehingga dirinya kebal hukum. Bahkan bisa menakut-nakuti dengan ancaman, atau merayu dengan uang.

Tapi itu tidak menyurutkan harapan saya. Sama sekali seharusnya tidak melemahkan saya dan kawan-kawan yang mencintai Munir. Tidak pula seharusnya membuat seorang Presiden diam seribu bahasa.

Oya, keadilan yang saya tuntut bukan hanya untuk kasus suami saya. Tapi keadilan bagi semua korban kekerasan negara di masa Orde Baru, dari Tragedi 1965, Tragedi Priok 1984, Talangsari 1989, Penghilangan Paksa 1997/1998, hingga Tragedi Trisakti, Mei, Semanggi 1998/1999.

Jika Bapak seorang Presiden sejati, maka seyogyanya kekuasaan Bapak dapat digunakan untuk menegakkan Keadilan.

Saya tunggu.

Tandatangani petisi ini: https://www.change.org/p/pak-jokowi-do2-pak-jk-tuntaskan-ujian-sejarah-bangsa-pak-sbyudhoyono-10thnmunir


Surat Untuk Presiden

Bapak Presiden,
Apa kabar anda hari ini di kursi pemerintahan ?
Hampir dua periode pemerintahan anda duduk di sana dan kami masih setia menunggu realisasi janji-janji anda.
Masih ingatkah janji anda akan menyelesaikan kasus cak Munir di awal pemerintahan anda?
‘Test of our history’ anda janji kepada negara bangsa ini, hari ini apa kabarnya janji itu?
Saya ingat anda membentuk Tim Pencari Fakta dan hasilnya tidak menjadi apa-apa.
Saya ingat anda berjanji menuntaskan kasus cak Munir tapi sampai sekarang hanya pelaku lapangan yang dihukum.
Sementara pelaku sesungguhnya masih berkeliaran dan masih pongah berkata mereka “kebal hukum” karena anda Presidennya.
Juga masih ingatkah anda akan menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM?
Masih ingatkah anda akan menyelesaikan kasus-kasus korupsi?
dan juga kasus-kasus lainnya?
Jangan-jangan kursi kuasa itu begitu melenakan sehingga membuat anda menjadi pelupa.

Bapak Presiden,

Saya sangat merindukan seorang presiden yang berani.
Berani bertindak melawan kebathilan,
Berani melawan para koruptor,
Berani melawan para pelaku pelanggar HAM,
Berani membawa para pelaku itu ke pengadilan, meskipun pelakunya adalah atasan anda.
Berani memimpin kami dalam kebenaran.
Dan tentunya berani bertindak, bukan hanya sekedar berani berjanji.
Sungguh-sungguh saya dan anak bangsa ini merindukan sosok itu.
Andakah itu bapak? ????????

Bapak Presiden,

Tiap hari Kamis kami berdiri di depan istanamu.
Berharap anda segera menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang belum juga diselesaikan.
Ini bukan soal mengungkit luka korban karena ini luka bangsa dan sejarah kelam bangsa kita
Kami butuh orang yang bisa meluruskan sejarah kelam agar kedepan tidak terjadi lagi
Kami butuh penyembuh karena kita pernah menapak sejarah kelam itu
Kami butuh lilin penerang untuk masa depan dan
Peradaban dimulai dari orang yang berani melakukan perubahan menjadi lebih baik.
Andakah itu bapak?

Bapak Presiden,

Apa yang anda lakukan dicatat oleh sejarah, tentu bukan tinta emas.
Tulisan itu atas dosa atas pembiaran kejahatan kemanusiaan yang terjadi dan janji yang tak pernah anda penuhi.
Semoga anda bukan presiden yang sedang terkantuk-kantuk karena kekuasaan yang melenakan sehingga kejahatan masa lalu itu tetap dibiarkan melukai bangsa kita.
Semoga anda segera merealisasikan janji anda kepada negara bangsa ini agar perubahan itu nyata.
Salam dari saya orang biasa, seorang perempuan, seorang ibu, seorang istri yang dipisahkan dari suaminya dengan cara curang serta dari kami yang terus melawan lupa sebagai bentuk kebenaran dan tak akan pernah henti kami perjuangkan.

Batu, 7 September 2012,

Suciwati

Tandatangani petisi ini: http://www.change.org/id/petisi/presiden-tuntaskan-kasus-munir

Iklan